Kamis, 22 Januari 2015

The Hundred-Foot Journey (2014)

Sinopsis Film The Hundred-Foot Journey

Film berjudul The Hundred-Foot Journey (2014) selain menjadi film lezat setelah Chef, juga akan menjadi film yang penuh dengan tawa, senyum, tanya, dan membuat penonton yang menyaksikannya akan tenggelam dalam lingkungan di sebuah kota kecil yang indah di pegunungan Perancis. Dimana dua budaya dan dua resep rahasia bersatu menjadi cerita film yang ringan namun berkesan. Cerita yang menampilkan benturan, berbaur dan akhirnya selaras dengan perlahan.

Kita seperti ditawarkan sebuah film dengan konsep Hollywood-Bollywood yang seakan tak kurang dan juga tak lebih. Film ini juga menampilkan humor yang ringan dan tidak berlebihan, suka duka yang dimuat dengan sangat baik, bahkan akting yang sangat baik. Hanya satu yang mungkin sedikit berlebihan, yaitu durasinya. Terdapat beberapa adegan yang mungkin jika tidak ada dalam film, cerita tetap tak berlubang hingga akhir film.

Karakter yang ada juga tampil dengan pas, tak ada yang terlalu di sorot secara berlebihan. Hanya saja yang membuat saya bingung, adalah ketika karakter Hassan membuat omelet alias telur dadar. Hampir lusinan bumbu yang diambilnya, orang pada umumnya menggunakan sejumput garam itu sudah cukup. Tentu dia belajar dari maestro masak yang sudah berpengalaman. Berikut Sinopsis dan Jalan Cerita Film The Hundred-Foot Journey (2014).

Sinopsis Lengkap Film The Hundred-Foot Journey (2014)

Kisah The Hundred-Foot Journey diawali ketika Hassan Kadams (Manish Dayal) harus pindah ke Perancis bersama keluarganya yang memiliki bakat memasak meninggalkan kampung halamannya karena kekerasan politik di India yang menghancurkan bisnis restoran keluarganya termasuk ibu Hassan. Ketika tiba di Perancis, ban mobil mereka meletus sampai mendapat batuan dari wanita cantik baik hati bernama Marguerite (Charlotte Le Bon). Di desa tempat mereka singgah, membuat Papa Kadams (Om Puri) terinspirasi untuk membuat sebuah restoran India di sana.

Sayangnya, tempat mereka akan mendirikan restoran tepat berseberangan jalan dengan restoran Le Saule Pleureur yang dipimpin oleh Madame Mallory (Helen Mirren) yang sombong dan angkuh di mana Marguerite juga bekerja di sana sebagai sous-chef. Hal itu membuat keluarga Kadams berada dalam kompetisi langsung dengan Madame Mallory. Persaingan itu akhirnya meningkat dalam intensitas pribadi yang terlalu jauh. Sehingga suatu malam, salah satu pegawai Madame Mallory yang bernama Jean-Pierre (Clément Sibony) sampai nekat membakar restoran milik Papa, dan membuat tangan Hassan terluka.

Madame Mallory selama ini ingin persaingan yang sehat, bukan dengan jalan kekerasan seperti itu. Ia kemudian memecat Jean-Pierre dan menawarkan Hassan sebagai chef di restorannya. Hasilnya, restoran milik Madame Mallory mendapat bintang keduanya sejak 20 tahun mendapatkan yang pertama. Atas keberhasilannya, Hassan langsung ditawari untuk menjadi chef di Paris. Dan bukan hal yang sulit bagi Hassan untuk menjadi chef yang terkenal karena masakan ciptaannya yang terbilang cukup berhasil. Tapi di balik gemerlap cahaya Perancis, membuat Hassan tetap merasa kesepian. Ia rindu rumah, rindu keluarganya, dan rindu masakan India.

Pada akhirnya, setelah Hassan merasa telah mencapai seluruh impiannya, ia kemudian kembali ke restoran Madame Mallory untuk mendapatkan bintang ketiganya. Selain itu, ia juga telah kembali bersama keluarganya dan mendapatkan cinta Marguerite yang selama ini ia inginkan.

Madame Mallory : "Everybody, this is where we will get our third star."



Dead Snow 2: Red vs. Dead (2014)

Sinopsis Film Dead Snow 2: Red vs. Dead /  "Død snø 2" (original title)

Terus terang saya bingung, kenapa ratingnya tinggi sementara cerita sekuel yang digarap di film Dead Snow 2: Red vs. Dead (2014) seperti cerita murahan. Bahkan kekerasan yang ditampilkan tak pernah putus sepanjang film berlangsung. Yang mengatakan kalau film ini seperti tumpukan sampah, maka saya akan setuju. Memang saya tak pernah melihat film pertamanya, tapi di menit awal film ini menampilkan cuplikan yang jelas tanpa melihat filmnya secara keseluruhan. Dalam film ini juga tidak menghasilkan kejutan yang tidak terlalu spesifik.

Tidak sedikit pula review yang menyatakan ini film zombie yang bagus dan cukup menyenangkan sebagai sekuel. Tapi jika Anda suka film zombie, saya sarankan untuk menyaksikan film lain. Berikut Sinopsis dan Jalan Cerita Film Dead Snow 2: Red vs. Dead (2014).

Sinopsis Lengkap Film Dead Snow 2: Red vs. Dead (2014)

Cerita film Dead Snow 2: Red vs. Dead berawal ketika Martin (Vegar Hoel) berhasil meloloskan diri dari kejaran para Zombie Nazi dipegunungan tempatnya berlibur. Kejadian itu membuat satu persatu temannya dibantai oleh para zombie. Bukan hanya itu, yang lebih parah adalah Martin tak sengaja membunuh kekasihnya dengan kapak. Pertarungan dengan bos Zombie Nazi dengan Martin membuatnya harus kehilangan tangannya, begitu pun si Bos Zombie. Setelah berhasil lolos, Martin mendapati dirinya terbangun dengan di sebuah rumah sakit dengan tangan milik si Bos Zombie yang terpasang di lengannya.

Mengetahui itu, Martin berhasil kabur dari rumah sakit dan bertemu dengan Zombie Squad yang dipimpin oleh Daniel (Martin Starr) bersama kedua rekannya, Blake (Ingrid Haas) dan Monica (Jocelyn DeBoer). Dari situ Martin baru tahu jika dengan tangan Zombie yang terpasang dilengannya mampu menghidupkan orang yang telah mati. Sementara itu, Zombie memburu Martin sambil menaklukkan kota demi kota dengan membantai para penduduk.

Untuk mengalahkan pasukan Zombie, Martin dan Daniel segera menemukan para Tentara Merah Rusia untuk dihidupkan kembali melawan Zombie Nazi. Dari pertempuran sengit itu, Zombie Nazi kalah oleh kematian Bos Zombie Nazi di tangan Martin sendiri sehingga melumpuhkan sisa anak buah Zombie Nazi yang tersisa. Dengan tangan Zombie yang dimilik Martin sekarang, ia akhirnya bisa menghidupkan kembali kekasihnya, Anna, meski ia juga berwujud Zombie.

Gunga : "What the hell is going on here? Is the carnival in town?"



Rabu, 21 Januari 2015

Everly (2014)

Sinopsis Film Everly

Director : Joe Lynch
Writers : Yale Hannon (screenplay), Yale Hannon (story)
Stars : Salma Hayek, Jennifer Blanc, Togo Igawa
Runtime : 92 min
Date : 23 January 2015 (USA)

Film thriller ini bercerita tentang seorang wanita bernama Everly (Salma Hayek) yang berhadapan dengan usaha pembunuhan atas dirinya. Usaha pembunuhan itu dikirim oleh mantan suaminya sendiri, yang merupakan seorang bos mafia.

Everly terjebak di apartemennya, dan memberanikan dirinya untuk tidak takut dan menyerah. Ia justru menjadi lebih tangguh sebagai seorang wanita yang kehidupannya diancam. Naluri untuk bertahan hidup membawanya Everly untuk meloloskan diri dari usaha pembunuhan mantan suaminya.


If I Stay (2014)

Sinopsis Film If I Stay

Ketika saya pertama kali melihat karakter Mia yang keluar dari tubuhnya, saya berharap akan melihat film yang cukup epik. Tapi ternyata tidak ada efek pengembangan yang serius sepanjang film berlangsung. Malah yang terjadi hanya kilas balik hubungan antara karakter Mia dengan Adam sampai film itu berakhir. Film If I Stay (2014) sepertinya hanya garapan oleh R.J. Cutler sebagai film 'mengisi waktu'. Bukan tanpa alasan, Cutler yang sepanjang karirnya membuat film dokumenter dan film pendek sepertinya tak cocok jika membuat film drama seperti Film If I Stay.

Dan lagi, chemistry antara karakter Mia dan Adam masih tidak terlalu kuat dan dapat digambarkan masih dalam kualitas akting yang belum mumpuni. Saya tidak membicarakan Chloë Grace Moretz, karena dia aktris muda berbakat yang memberikan penampilan terbaik dari film-film sebelumnya. Baik seperti film aksi maupun petualangan. Tapi menempatkan Chloë pada film drama serius mungkin masih terbilang dini. Yang saya maksud disini adalah pasangan main Chloë, Jamie Blackley, dia memiliki kualitas akting yang tampaknya biasa-biasa saja.

Sekarang kita akan membahas endingnya dan mengupas maksud dari judulnya. Karena mengartikan judulnya saja mungkin tak ada hubungannya dengan cerita dalam filmnya. Karena judulnya akan berarti di beberapa menit sebelum filmnya berakhir. Sesaat sebelum karakter Mia akan membuka matanya, akan ada dialog dimana ia harus membuat keputusan untuk tinggal atau pergi bersama keluarganya. Itulah maksud dari judulnya, meski pada akhirnya akan sedikit mengambang. Namun pada akhirnya, ini bukan film drama yang berniat untuk menguras habis air mata penontonnya. Secara keseluruhan, Film If I Stay adalah kisah cinta yang terdiri dari 70% kilas balik dan sisanya hanya menghabiskan pengalaman karakter utama yang keluar dari tubuhnya.

Saya benar-benar tidak sanggup memberikan rating film yang dibintangi Chloë dibawah 6/10, tapi mungkin ini akan terjadi di film ini. Karena mungkin, semakin saya memikirkannya, semakin saya menyadari bahwa film ini memilik drama percintaan yang lemah bahkan sarat akan terlupakan ketika beberapa saat filmnya berakhir. Berikut Sinopsis dan Jalan Cerita Film If I Stay (2014).

Sinopsis Lengkap Film If I Stay (2014)

Cerita film If I Stay diawali ketika Mia (Chloë Grace Moretz) yang akan bersiap-siap ke sekolah. Sesaat sebelum berangkat, sekolah tiba-tiba diliburkan karena ada badai salju yang mendekat. Mia adalah seorang pemain cello yang sangat menyukai musik klasik. Ayah dan ibunya sendiri dulunya adalah musisi dalam sebuah band dan mengakhiri karir mereka ketika Mia lahir. Ketika itu, hubungan Mia dengan Adam (Jamie Blackley) mulai memburuk.

Dan dihari bersalju itu, kehidupan Mia benar-benar hancur ketika ia dan keluarganya mengalami kecelakaan mobil mematikan. Anehnya, meski kecelakaan itu membuatnya koma, ia memiliki pengalaman keluar dari tubuhnya dan menyaksikan tubuhnya sendiri dan keluarganya dari dekat, dan tak satupun yang bisa melihatnya. Ketika di rumah sakit, satu persatu keluarganya tak tertolong. Saat melihat adiknya meninggal, ia tak lagi punya alasan untuk hidup. Dari situ Mia berpikir untuk memutuskan ikut mati atau tetap bertahan hidup.

Sambil berkedip kembali Mia mengenang hubungannya dengan Adam, hubungan yang menyenangkan ketika awal bertemu. Namun, hubungan mereka perlahan menurun seiring prilaku Adam yang mulai brengsek dan tak masuk akal. Mia menyadari bahwa cinta mereka suatu hari nanti akan diuji dan kemudian menyadari bahwa mereka tidak pernah benar-benar jatuh cinta. Pada tahap akhir, Mia yang melihat Adam sangat mencintainya kembali merenungi bahwa Adam-lah alasannya untuk kembali ke dunia.

Adam : "Mia."



All The Wilderness (2014)

Sinopsis Film All The Wilderness

Director : Michael Johnson
Writer : Michael Johnson
Stars : Isabelle Fuhrman, Danny DeVito, Kodi Smit-McPhee
Runtime : 76 min
Date : 20 February 2015 (USA)

Bercerita tentang seorang remaja bernama James (Kodi Smit-McPhee) yang telah menutup diri dari lingkungannya, jatuh ke dalam dunia imajinasi dan kegelapan. Hal itu membuatnya harus melakukan kunjungan dengan psikiaternya, sehingga membuatnya kembali menjadi anak yang normal.

Tapi, di tempat ia melakukan terapi, ia bertemu dengan sesamanya pasien yang bernama Val (Isabelle Fuhrman). Dari situ, James kembali di uji untuk mencari gadis misterius yang pernah ia temui. Bergulat dengan realitas ataukah hanya dengan imajinasi.


Girlhood (2014)

Sinopsis Film Girlhood / "Bande de filles" (original title)

Director : Céline Sciamma
Writer : Céline Sciamma (screenplay)
Stars : Karidja Touré, Assa Sylla, Lindsay Karamoh
Runtime : 112 min
Date : 22 October 2014 (France)

Bercerita tentang gadis berusia 16 tahun bernama Marieme (Karidja Touré) yang hidupnya tinggal dalam sebuah keluarga yang penuh dengan aturan dan larangan yang sangat ketat. Hal itu membuatnya sangat frustasi dan merasa tertekan untuk gadis seusianya.

Tapi, Marieme memulai kehidupan baru setelah bertemu sekelompok 3 gadis yang berjiwa bebas. Dia mengubah namanya, mengubah cara berpakaiannya, bahkan berhenti sekolah untuk dapat diterima di geng tersebut. Berharap dengan itu ia bisa menemukan kebebasan yang selama ini ia inginkan.


Ned Rifle (2014)

Sinopsis Film Ned Rifle

Director : Hal Hartley
Writer : Hal Hartley
Stars : Aubrey Plaza, Parker Posey, Liam Aiken
Runtime : 85 min
Date : 7 September 2014 (Canada)

Bercerita tentang Ned Rifle (Liam Aiken) yang sedang menjalani program perlindungan saksi. Ibunya sendiri telah menghabiskan hampir sisa hidupnya untuk menjadi tahanan militer akibat kegiatan teroris yang diduga ia lakukan. Dan akan dipindahkan ke penjara federal untuk menjalani hukuman seumur hidup.

Ned, yang telah menjadi umat Kristen yang taat, tetap saja berniat untuk menemukan dan membunuh ayahnya, Henry (Thomas Jay Ryan). Karena menurut Ned, ayahnya lah yang membuat ibunya kini berada di penjara federal. Namun, tujuan itu terancam gagal karena upaya tersebut akan dihalangi oleh Susan (Aubrey Plaza).